Liburan Kok Bokek? Ini Tips Ampuh Anti-Bokek Saat Liburan

Yukke.id – Momen cuti bersama atau libur akhir tahun, biasanya menjadi kesempatan emas bagi pekerja untuk melepas penat dari pekerjaan. Tak jarang, momentum itu dimanfaatkan untuk berlibur, baik dilakukan sendiri maupun bersama teman atau keluarga.

Namun, sebelum memutuskan untuk pergi berlibur, cek dulu kondisi finansial anda, apakah sudah cukup untuk seluruh keperluan akomodasi selama liburan, atau jangan-jangan anda malah “memaksakan diri” untuk berlibur, padahal lagi bokek?

Jika anda tak sanggup menahan diri, saldo di rekening pun berpotensi jadi korban. Apalagi jika anda adalah orang yang cenderung kurang disiplin, bisa-bisa malah liburan anda menuai lebih banyak derita, karena harus rela kehabisan dana.

Pasti anda tidak mau kan bernasib seperti itu? Nah disinilah pentingnya merencanakan keuangan sebelum pergi berlibur. Berikut adalah beberapa tips yang bisa anda lakukan, agar bisa berhemat selama liburan, tanpa mengurangi sensasi keseruannya sedikitpun.

Baca Juga: Memetik Pelajaran Berharga dari Suatu Liburan


Sumber: money.kompas.com

1. Cek Kemampuan Finansial

Menurut para ahli keuangan, hal pertama (dan utama) yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memutuskan pergi berlibur adalah mengecek kemampuan finansial Anda. Idealnya, dana berlibur sudah harus disisihkan setiap bulan, ke dalam pos hiburan atau leisure.

Anda bisa menyisihkan setidaknya 10 persen dari pendapatan bulanan Anda ke pos leisure. Dengan melakukan hal itu, Anda akan memiliki uang yang siap dipakai, tanpa mengorbankan pos rutin lainnya ketika masa liburan telah tiba.

Namun apabila sejak awal anda tak menyisihkan uang untuk berlibur, atau mungkin uang yang disisihkan itu ternyata masih kurang, nah sebaiknya pikir-pikir lagi sebelum anda memutuskan untuk pergi liburan. Karena yang ada justru malah membawa derita.

Jangan sampai anda berhutang atau bahkan “nyogok”, hanya demi dana liburan anda.

2. Pisahkan Anggaran dari Keperluan Rutin

Bagi anda yang senang berlibur namun kesulitan mengerem pengeluaran, disarankan untuk memisahkan anggaran liburan dengan pengeluaran rutin, tabungan investasi, serta dana darurat.

Jika tak memiliki disiplin yang tinggi, maka dikhawatirkan dana pengeluaran rutin seperti jatah cicilan rumah dan kendaraan, serta kebutuhan rutin lainnya, akan terpangkas habis tanpa anda sadari. Apalagi jika tak direncanakan sama sekali, tahu-tahu langsung berangkat liburan selepas gajian.

3. Rencanakan dari Jauh-jauh Hari

Selain itu, liburan juga harus direncanakan sejak jauh-jauh hari, karena pada dasarnya liburan adalah momen yang dapat diduga dan direncanakan.

Dengan memantau tanggal merah atau libur panjang yang tersedia, anda daapat melakukan perencanaan dengan lebih matang dan efisien. Di samping itu juga, harga tiket dan akomodasi lainnya biasanya masih lebih murah bila dipesan dari jauh-jauh hari.

Hindari melakukan liburan secara spontan tanpa disertai perencanaan yang matang. Hal itu berpotensi membuat dompet anda terkuras tanpa disadari. Lebih-lebih kalo anda melakukannya pada peak season, misalnya ketika akhir tahun, akibatnya segala sesuatunya akan jadi serba mahal.

Jika memang sudah terlalu mepet, disarankan untuk menunda dulu rencana liburannya, atau eksekusikan di lain waktu saja. Jangan sampai anda mengambil resiko yang tidak rasional, contohnya mengambil fasilitas menunggak semacam paylater, demi memenuhi hasrat yang tiada habisnya.

Jadi tidak ada alasan untuk tidak merencanakan liburan, karena musim liburan bisa datang kapan saja.

4. Tekan Anggaran Belanja (yang kurang perlu)

Dalam setiap liburan, ada lima kategori pengeluaran berbeda yang harus dibedakan, yaitu transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, objek wisata, dan belanja.

Dari kelima pos tersebut, akomodasi seperti hotel atau penginapan mungkin dapat disisihkan terlebih dahulu setelah pemesanan dilakukan. Jika menggunakan moda transportasi umum, pengeluaran transportasi pun dapat dibayarkan di awal sebagai patokan Anda, untuk mengetahui berapa sisa anggaran yang tersisa.

Setelah itu, untuk makanan-minuman dan objek wisata, anda dapat menyesuaikannya lagi dengan sisa anggaran. Jika masih memiliki dana yang lumayan, Anda bisa memanjakan diri dengan belanja suvenir atau oleh-oleh khas daerah yang dikunjungi.

Namun, jika anggaran Anda ternyata pas-pasan, sebaiknya anggaran belanjanya ditekan seminimal mungkin. Karena, pos belanja adalah pos yang paling berpotensi menguras keuangan Anda. Hal ini lantaran belanja tidak memiliki batasan jumlah dalam penggunaannya, dan setiap orang memiliki batasannya masing-masing. Sehingga, jika anda selalu belanja ini-itu tanpa melihat sisa anggaran anda, maka bisa dipastikan dana anda akan tergerus habis.

Baca Juga: 9 Tips Traveling Bagi Pemula


Itulah tadi beberapa tips bagi anda yang ingin berlibur, tanpa perlu khawatir kehabisan dana alias bokek. Pastikan untuk benar-benar berlibur karena memang ingin melepas penat, bukan untuk gaya-gayaan apalagi pengin dipandang “wah” di hadapan orang lain (gengsi). Karena memenuhi hasrat gengsi jelas tidak akan ada habisnya, yang malah berakibat bokek di kemudian hari. Sementara berlibur karena melepas penat bisa dilakukan secukupnya, tanpa harus terlihat mewah ataupun “wah”, yang penting berkesan.


Sumber foto dan artikel: dari berbagai sumber

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi yukke.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>